Kadang terbersit untuk merenung tentang takdir. Ya, sebuah kata chemistry yang membuat orang pro dan kontra. Mengapa? Ya, kalau boleh melihat diriku yang gak begitu2 bodoh, gak begitu2 neko2, yang selalu mengedepankan loyalitas, kejujuran. Tapi mengapa jalan hidup ini tetap saja berlubang dan kadang membuatku terjatuh? Banyak orang yang seperti mengolok2ku tentang prinsip hidupku. Dan itu kadang membuat terluka dan kecewa. Ya, 'takdir' begitu kata yang terucap di hatiku. Mengapa yang lain berjalan mulus2 saja? Tidak ada hambatan sama sekali? Sucikah mereka? Hingga semesta hidup ini membantunya?
Ah, lelah juga memikirkannya. Kubuang jauh2 rasa iri ini, sambil tersenyum dan melangkah ku berjanji. Jika tanah yang ku garap tidak tumbuh tanaman yang subur dan hijau, ku kan pergi ke lahan yang baru, yang lebih menjanjikan, mungkin.