Selasa, 17 Juni 2025

Siapakah Saya?

Di dalam perjalanan hidup yang saya alami sampai detik ini. Pertanyaan yang kadang terbersit adalah siapakah Saya? Saat saya diam dalam kesadaran yang paling sunyi, kadang pertanyaan itu selalu timbul, dan tentu saja pertanyaan-pertanyaan turunan akan semakin meluber dalam pikiran. Saat lahir di dunia, saya adalah bayi mungil yang belum tahu apa-apa. Semakin saya bertumbuh dan berkembang dan matang, saya menggunakan hal-hal eksternal sebagai identitas. Entah itu didikan orang tua, keluarga, budaya, agama, masyarakat sekitar, proses pembelajaran dan segala yang bersimbiosis dengan kehidupan yang saya alami. Dan terbentuklah saya sampai detik ini dengan berbagai identitas dimana dan kapan saya berada di lingkungan sosial. Jadi apakah identitas saya sebenarnya? Apakah saya adalah A, B, atau C? Apakah penilaian pada saya adalah hal yang mutlak? Apakah ada kebenaran yang mutlak? Apakah yang sejati dari saya adalah ketakberhinggaan absolut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah hal-hal yang selalu berulang dalam sejarah kehidupan manusia. Dan kita bisa melihat semua peradaban dari zaman purbakala sampai zaman AI yang semakin mengaburkan identitas kita. Sebagai sari permenungan ini, saya mencoba menyimpulkan bahwa saya adalah saat saya sebelum hal-hal ekseternal tersebut melekat dalam hidup saya. Setujukah? Dan buat para petapa kehidupan, marilah dalam menjalani hidup ini tetap "eling lan waspada" bahwa hidup adalah kesempatan untuk semakin mendewasakan diri sejati kita agar suatu saat nanti dapat kembali ke Sang Sumber asal dan kemana kita akan kembali dan tersenyum telah selesai dan tetap murni di depanNya.

Selasa, 18 September 2018

Iman, Pengharapan, dan Kasih

Berbicara ketiga kata itu, sangat dalam. Menjadi pusaran dan menggigilkan hati setiap manusia. Menantang untuk mempertanyakan esensi kehidupan sosial dan yang transenden. Hubungan yang membedakan eksistensi manusia dengan setiap ciptaanNya di planet ini. Iman padaNya adalah kehausan dan buah refleksi perenungan manusia. Manusia menyadari, ada kuasa yang transenden terhadap semua gejala alam. Nama yang mengatasi semua nama. Nama menjadi awal dan tujuan dari perjalanan hidup manusia itu sendiri dan semua ciptaanNya. Yahweh, Allah, Abba, Budha, Yang Widi, dan semua nama yang muncul dari suara hati manusia. Dengan adanya iman, muncul pengharapan. Pengharapan yang dijanjikan oleh para Nabi maupun wahyu yang tereinkarnasi. Hidup dimaknai dengan harapan, harapan tentang suatu oase yang terdalam di setiap lubuk hati manusia. Oase yang kadang menjadi lupa, bahwa hidup itu dimaknai dari detik ke detik sampai nama manusia terlupakan dengan beriringnya waktu. Dari iman dan harapan, muncul gerakan hati yang membebaskan kesejatian pribadi untuk lebih mengedepankan buah yang berlimpah, buah yang menghasilkan rasa untuk bersama-sama, bahwa pengembaraan hidup ini adalah hal yang harus disyukuri dengan lainnya. Berbagi, berempati, dan saling melayani. Dan semua bersumber pada kasih. Kasih yang mebebaskan. Kasih yang menjadi titik penting di setiap hubungan ciptaanNya. Akhirnya, yang pertama adalah kasih, iman dan harapan menjadi kaya akan pemaknaannya. (Palmerah, September 2018)

Senin, 04 Juni 2018

Kebenaran Satu Sisi

Berpikir secara holistik sangat diperlukan dalam memandang segala sesuatu di atas muka dunia ini. Memang tidak mudah karena sarat akan pelepasan doktrin ataupun kesan-kesan yang berpengaruh. Saya mendukung idiom yang mengatakan bahwa "kosongkan dahulu gelasmu baru pelajari kebenaran itu semampumu". Di dalam arus pemikiran banyak tarik menarik antar kepentingan yang dibungkus oleh ideologi maupun religius. Walaupun sebenarnya hanya ego belaka yang diperjuangkan. Dan jika ditarik lebih dalam lagi adalah rasa ketakutan yang tidak beralasan. Takutnya, pemikiran tersebut sebagai gerakan massa yang mempengaruhi tatanan politik, budaya, dan sosial di ranah masyarakat dengan sebaran spektrum kecil sampai pembentukan opini di suatu negara. Pengalaman yang pernah mengguncang adalah pernyataan bahwa "yang penting satu agama, satu ras, satu golongan, atau satu suku maka kami memberi toleransi apapun kepada 'yang terhormat' entah dia melakukan korupsi ataupun selebritas kemunafikan. Di sini, pemikiran dijadikan komoditi untuk melegalkan kejahatan dan memberangus kebenaran itu sendiri. Jadi kebenaran menjadi punya tuan (satu sisi) padahal kebenaran merupakan segala sesuatu yang netral dan tdk berpihak pada segala sesuatu. Kebenaran harus dilihat sebagai yang universal, suatu etika yang mendukung hubungan antar pribadi ataupun antar negara. Benar si A ya benar untuk si B walau irisan dari kebenaran itu adalah hasil dari nilai yang sama2 diperjuangkan. Semoga, sebagai pembelajar, kita harus mengedepankan pemikiran yang diterangi kebijakan ilahi untuk melihat setiap kebenaran yang benar-benar benar. (Palmerah Selatan, Jakarta)

Kamis, 09 November 2017

SAMBUT KEDATANGANNYA

Senja menggelayut warna lembayung Suarakan hati yang membaru dalam kidung surgawi Damai, indah, menggema dalam jiwa putih Sudahkah kita maknai kedatanganNya dalam rupa bayi kudus Yesus nan sederhana Terbalut dalam dekapan kasih Bunda Maria dan Bapa Yusup Namun, kadang kita seperti Herodes yang menolak keselamatan Atau barangkali kita seperti orang kaya yang remehkan kemiskinan Buat Dia terluka, terlunta dalam gigilnya malam sepi Lihatlah wajah polos gembala, murni dan tulus Lihatlah juga para raja yang rela melayani rakyat tertindas Lihat juga kaum cendekiawan yang mencari kebenaran hakiki Buat Dia sunggingkan senyum yang indah Sayup-sayup, aku dengar lonceng berbunyi Dan terlihat bala surgawi meniup sangkala kelahiranNya Sambutlah saudaraku Sambutlah Dia dalam keseluruhan hidup kita Hosana, terpujilah Dia Emanuel telah hadir dalam hidup kita

Selasa, 20 Juni 2017

Kuesioner Best Employee 2013

Pas buka-buka file, ternyata menemukan jawabanku saat menjadi Best Employee.. semoga bisa sharing... Nama : Yosaphat Setyo Nugroho Usia/Jenis Kelamin : 35, 5 tahun / Laki-laki Unit Bisnis : Corporate Facility Management Divisi / Departement : Land and Building / Design and Development Mulai Bergabung di KG : 2002 Alamat Rumah : Gunungkidul, Yogyakarta Petunjuk Pengisian 1. Baca dan pahami baik-baik setiap pertanyaan berikut. Kemudian jawablah semua pertanyaan sesuai dengan keadaan atau perasaan Anda yang sesungguhnya. 2. Kuesioner ini tidak akan mempengaruhi pekerjaan Anda di perusahaan. 3. Teliti kembali pekerjaan Anda, jangan ada satu pertanyaan yang terlewatkan. 4. Atas partisipasi dan kesediaan Anda untuk menjawab pertanyaan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih. “SELAMAT MENGERJAKAN” 1. Bagaimana perasaan Anda ketika terpilih sebagai “Best Employee KG 2013”? Mengapa demikian? Saya sangat senang dan bersyukur atas pemberian anugerah yang sangat besar dari Tuhan atas terpilihnya saya sebagai TBE di Perusahaan KompasGramedia karena tanpa Dia, saya bukanlah siapa-siapa. Kompasgramedia merupakan Perusahaan yang menjunjung nilai humanisme, sarat dengan nilai-nilai luhur tentang kejujuran, loyalitas, dan semangat dalam pelayanan. Inilah yang menjadi dasar dalam karya saya di sini. Saya ingat saat terpilih menjadi lulusan terbaik di Fakultas Teknik tahun 2001 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Perasaan ini hadir kembali seperti oase di setiap perjalanan hidup saya. Di dalam sudut hati saya selain perasaan senang, terdapat tuntutan untuk memberikan teladan dan contoh di tempat kerja saya. Tuntutan untuk lebih memberikan arti dan makna dalam tugas dan karya. Arti yang tidak hanya bekerja saja, tetapi juga berkarya untuk kebesaran dan kemuliaan Tuhan, Ad Meimoriam Dei Gloriam, dan melayani sesama. 2. Apa yang menjadi tugas saudara di perusahaan sekarang ini, ceritakanlah dengan singkat! Saya ditugaskan di Departemen Design and Development. Tugas saya adalah memberikan estimasi nilai suatu proyek, evaluasi tender, dan sebagai pengendali biaya suatu proyek. Proyek ini meliputi pembangunan gedung dengan fungsi perkantoran, percetakan, gudang, pabrik, hotel, pendidikan, maupun pertelevisian. Selain melakukan estimasi, saya juga dipercaya untuk merancang dan merencanakan sistem Mekanikal Elektrikal untuk beberapa proyek. 3. Ceritakanlah perjalanan karir Anda di Kompas Gramedia Group mulai dari awal sampai saat ini Saya bergabung di KompasGramedia tahun 2012, saat itu diterima di Direktorat PSU Divisi Bangunan dan terdaftar sebagai staf perencana Mekanikal Elektrikal. Kemudian dengan pergantian PSU menjadi PPSU, saya ditugaskan menjadi staf estimator Mekanikal Elektrikal. Dengan berjalannya waktu, PPSU berubah menjadi Corporate Facility Managemen dan Divisi Bangunan berubah menjadi Land and Building Division. Sejak pergantian tersebut, saya bertugas sebagai staf estimator sekaligus merencanakan sistem Mekanikal Elektrikal. 4. Hal-hal apa saja yang membuat Anda termotivasi dalam bekerja,hingga akhirnya terpilih sebagai “Best Employee KG 2013”? a. Bekerja merupakan panggilan hidup setiap manusia. Manusia menjadi manusia sesungguhnya. Dengan bekerja segala potensi yang dititipkan Sang Pencipta dapat digunakan semaksimal dan seoptimal mungkin, manusia dapat menemukan jati dirinya. b. Dengan bekerja, saya selalu belajar hal yang baru karena saya percaya bahwa dimanapun ditugaskan selalu ada campur tangan Tuhan dan hal ini menjadikan hidup lebih penuh. c. Keluarga adalah surga kecil buat saya. Saat melihat senyum istri dan anak-anak sewaktu pamit untuk bekerja, hati saya makin berkobar bahwa apapun yang saya lakukan harus terbaik buat mereka. d. Tantangan dan kesempatan yang baru. Background pendidikan saya adalah Teknik Elektro dengan konsentrasi elektronika dan instrumentasi. Namun, tuntutan tugas dan karya saya adalah perencanaan system mekanikal elektrikal. Terdapat dua pendidikan yang berbeda yaitu Teknik Mesin ( Plumbing, Tata Udara, Piping Hydrant dan Sprinkler) dan Teknik Elektro ( Arus Kuat, Sound System, Fire Alarm, CCTV, MATV, Telepon, Data, Sistem BAS, Teknik Transmisi TV, Instrumen, dan Kontrol ). Sehingga diperlukan profesionalisme untuk mengkombinasikan kedua sistem tersebut untuk membentuk sistem Mekanikal Elektrikal sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan. 5. Menurut Anda siapa sajakah orang yang paling berjasa dan berada di balik kesuksesan Anda saat ini dan apa kontribusi mereka terhadap pekerjaan Anda saat ini? Yang pertama adalah istri dan anak-anak saya. Merekalah yang mengijinkan dan memberi tanggung jawab penuh agar saya dapat berkarya walaupun saya jauh dengan mereka yaitu mereka di Jogja, sedangkan saya di Jakarta. Dan kamipun hanya bisa berjumpa seminggu sekali. Lewat doa dan cinta kasih yang suci dan murni, mereka memberikan penguatan untuk berkarya sehingga saya terpilih menjadi BE 2013. Yang kedua adalah kedua orang tua saya. Dengan didikan disiplin militer ayah saya, dan sifat guru ibu saya, beliau menjadikan saya untuk lebih tahan banting, selalu mempunyai motivasi yang besar,kejujuran, loyalitas, dan kasih pada sesama. Yang ketiga tentu saja pimpinan saya mas Joko Tegolelono, mbak B. Sulistyorini, Mas Agus Rianto, Mbak Veronika Kusumo Adi, dan seluruh rekan-rekan kerja di Land and Building Division, karena saya bisa belajar tentang profesionalisme dan kemampuan kerja sama yang baik sehingga kami bisa menjadi tim yang solid. 6. Ceritakanlah mengenai suka dan duka selama bekerja di Kompas Gramedia Group serta harapan Anda terhadap perusahaan? Menceritakan suka dan duka, bagai dua sisi mata uang. Semua saling melengkapi dan menyempurnakan. Perasaan suka timbul di saat : a. Rekan-rekan saling empati dan berbagi b. Perusahaan memback-up biaya persalinan kedua putri saya yang cantik dan manis, juga di saat saya maupun keluarga sakit, semua ditanggung, sehingga saya merasa aman. c. Perusahaan juga memberi kesempatan untuk membiayai pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill d. Budaya saling menghormati, menghargai, dan menjunjung nilai kejujuran sangat dirasakan di sini. Perasaan duka timbul di saat : a. Terjadi degradasi nilai-nilai yang saya sebutkan di atas b. Kadang CHR sebagai pengelola SDM cenderung kurang memaksimalkan SDM, jangan sampai SDM hanya sebagai alat dan bukan sebagai aset yang harus berkembang secara holistik baik mental, pikiran, dan spiritual. c. Terjadinya situasi yang stagnan, diam, tidak ada planning secara frontal untuk pengembangan diri karyawan. Harapan saya ke depan : a. Memaksimalkan dan mengoptimalkan seluruh kemampuan SDM. b. Ke depankan budaya obyektifitas daripada subyektifitas. c. Pihak manajemen memiliki visi dan misi yang jelas dalam pengembangan organisasi. d. Bangun regenerasi kepemimpinan untuk menciptakan pemimpin yang benar-benar tidak hanya sebatas managerial, tetapi sekaligus pemimpin dalam arti sesungguhnya. 7. Apa target Anda kedepan?terutama yang berhubungan dengan pekerjaan? Membicarakan target mengingatkan saya tulisan Yakubus 4:15 yang mengatakan “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu…”, maka jika Tuhan menghendakinya maka target saya: a. Meningkatkan profesionalisme terutama di bidang perencanaan, biaya, dan konstruksi suatu proyek dan lulus dalam sertifikasi. b. Meningkatkan kemampuan softskill terutama dalam bidang manajerial dan kepemimpinan. c. Mengikuti pelatihan-pelatihan hardskill yaitu perencanaan mekanikal elektrikal, pelatihan estimate, dan pelatihan manajemen konstruksi. 8. Tulislah Pesan-pesan Anda kepada rekan-rekan di Kompas Gramedia Group yang ingin menjadi “Best Employee KG 2013” a. Andalkan Tuhan di dalam setiap pekerjaan. b. Bekerjalah dengan hati, pikiran, dan keberanian. c. Ibarat seperti biji, dimanapun engkau ditanam, hidup dan tumbuhlah tetapi tidak sekedar tumbuh saja melainkan berbuah yang melimpah d. Tetaplah bekerja dengan semangat, dengan hasrat yang menyala, niscaya hasil kerja yang kita lakukan akan lebih kreatif dan penuh inovasi. e. Terbukalah pada kritik dan saran yang membangun. f. Hormatilah pimpinan sebab bagaimanapun juga, pimpinan adalah perpanjangan tangan Tuhan. g. Selalu berdoa, dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, karena Dialah milik semua ini.

Selasa, 21 Februari 2017

Yang Esa

Dapatkah kefanaan mendeskripsikan yang Absolut? Dapatkah Yang Maha Kuasa dipahami dengan nalar maupun jiwa yang masih muda? Dengan alam, aku melihat Engkau. Engkau menjelma di setiap yang terlihat, yang tak terlihat, maupun saat proses menjadi. Seperti seberkas cahaya putih menjadi berbagai macam warna, apakah keesaanMu menjelma menjadi semua seperti yang kulihat, kurasa, kukecap ? Engkaupun tersenyum lewat manisnya embun, pelukan hangatMu di saat mentari menyapa. Di setiap nadiku, di setiap gairah hidupku, seakan Engkau memberi jawaban. Entah apa aku dan mereka paham, seakan Engkau misteri yang tak terjangkau. Namun, aku tahu, Engkau selalu menyapaku. Lewat sang penjelajah spiritual bahkan Engkau hadir secara pribadi dalam wujud seperti aku. Di goresanku ini, semoga KeesaanMu menyadarkan akan penjelmaanMu dari semua warna teologis, filosofis, spiritualitas manusia sehingga kami makin menghormati setiap penjelajah spiritual dan jalannya masing-masing. (Inspirasi dari bangsaku saat ini)

Selasa, 15 Desember 2015

Penghargaan Akhir Tahun 2015

Ku akhiri tahun ini sebagai awal untuk lebih berbagi berkat dan bahagia untuk keluarga dan sesama. Berkat yang menjadi pijakan untuk lebih melayani. Terima kasih Tritunggal Maha Kudus atas karuniaMu : 1. Rangking 1 Management Development Program 2. Rangking 2 Lomba Inovasi Tingkat Corporate Kupersembahkan semuanya untuk istriku, anak2ku, orang tuaku, leluhurku. Lewat doa dan dukungannya, prestasi itu terwujud. Semoga tahun 2016 semakin dapat dipercaya untuk berbagi berkat dan berbagi bahagia. Semoga Tuhan memberkati dan Bunda Maria selalu mendoakan kami semua.