Selasa, 21 Februari 2017

Yang Esa

Dapatkah kefanaan mendeskripsikan yang Absolut? Dapatkah Yang Maha Kuasa dipahami dengan nalar maupun jiwa yang masih muda? Dengan alam, aku melihat Engkau. Engkau menjelma di setiap yang terlihat, yang tak terlihat, maupun saat proses menjadi. Seperti seberkas cahaya putih menjadi berbagai macam warna, apakah keesaanMu menjelma menjadi semua seperti yang kulihat, kurasa, kukecap ? Engkaupun tersenyum lewat manisnya embun, pelukan hangatMu di saat mentari menyapa. Di setiap nadiku, di setiap gairah hidupku, seakan Engkau memberi jawaban. Entah apa aku dan mereka paham, seakan Engkau misteri yang tak terjangkau. Namun, aku tahu, Engkau selalu menyapaku. Lewat sang penjelajah spiritual bahkan Engkau hadir secara pribadi dalam wujud seperti aku. Di goresanku ini, semoga KeesaanMu menyadarkan akan penjelmaanMu dari semua warna teologis, filosofis, spiritualitas manusia sehingga kami makin menghormati setiap penjelajah spiritual dan jalannya masing-masing. (Inspirasi dari bangsaku saat ini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar