Suatu pagi dengan gerimis hujan di jakarta, seorang teman datang kepada penulis dengan sapa dan senyumnya yang khas. Ada aura dan energi yang sangat positif menyebar di penjuru ruangan ini. Ya, saya baru ingat ternyata teman tadi barusan pulang dari ibadah haji di Mekah. Saya pun mengucapkan selamat dan terucap kata " Tuhan memberkatimu sobat". Kalimat itu selalu keluar dari hatiku tak memandang dari mana etnis, agama, golongan, atau institusi apapun. Karena menurut penulis, manusia adalah berasal dari Tuhan dan diberi kebebasan dalam meniti jalan hidupnya.
"Maaf teman, saya tidak membawa oleh-oleh," kata teman penulis. " Sobat, hanya doa yang kupinta semoga aku dalam mengembara di hidup ini dapat menemukan kebaikan-kebaikan dariNya,"jawab saya. "Amin, doa selalu kuhaturkan untukmu dan teman2 ku, juga musuhku,"jawab sobat saya. Aku pun terharu, dia mengatakan musuhku ... aku jadi ingat akan doa 'My Father' ... ternyata doa yang baik adalah universal dan selalu memaafkan. Oke sobat, ceritakanlah padaku bagaimana kondisi tempat suci itu? Lalu temanku mengambil kursi dan berada tepat di mejaku. " Baiklah, saya akan menceritakan pengalaman baik dan buruk bagiku, mau yang mana dulu sobat?" kata temanku. "Bagaimana kalau yang buruk dulu? aku lebih menyukai belajar dari keburukan agar menjadi lebih baik dan benar,"jawabku. " Baiklah, pengalaman pertama pada saat aku bertemu dengan orang Zimbabwe, badannya hitam dan aroma tubuhnya begitu menyengat, aku pun membatin, wah dia tidak mandi, dan apa yang terjadi sobat? selama dua hari, bau tadi selalu menusuk hidungku, aku pun menangis, setiap malam aku berdoa pada Allah untuk meminta maaf karena membatin yang tidak seharusnya aku batinkan. Dan ternyata doaku dijawabNya, aroma tidak sedap itu hilang dengan sendirinya. Terus pengalaman kedua, aku membatin seorang Turki, bajunya sangat lusuh dan dekil, dan di belakang tubuhnya ada darah, aku pun membatin, harusnya kalau ibadah ya harus bersih baik bajunya dan hatinya, aku ternyata buta, dan aku masih menjadi seorang manusia yang hanya memandang secara lahiriah. Tahu gak sobat? aku memang sakit ambien, dan ternyata ambienku kambuh, sampai keluar darah dan bajuku yang tadinya bersih menjadi kotor, aku pun sedih sekali, dan dengan rasa penyesalan aku berdoa minta ampun kepada Allah, dan akhirnya doaku dikabulkannya. Sobat, pengalaman tadi membuatku sadar, apa yang kubatin pasti akan kembali ke dalam hidup kita. Maka sobat, jadilah suci di dalam lahir dan batin," kata teman saya menyimpulkan sekilas pengalaman buruknya. Aku pun mengiyakan dan jadi ingat akan Alkitab bahwa pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Puji Tuhan ternyata Engkau mengetahui semua perbendaharaan hati masing-masing ciptaanNya. "Terus bagaimana untuk pengalaman yang baik sobat?" tanyaku selanjutnya. " Sebenarnya masih banyak pengalaman buruknya sobat, dan aku juga ingin sepenggal saja pengalaman baikku. Begini, aku selalu memberi tempat dan care sama orang lain, di Mekah pun aku juga melakukan hal yang serupa. Buah dari apa yang kulakukan itu, aku dan istriku selalu diberi tempat baik untuk solat, atau pun di tempat manapun, sehingga menjadikanku lebih khusyuk dalam beribadah. Terus untuk berdana, aku menyiapkan 1 real untuk dibagi-bagikan ke orang yang tak punya. Dan itu juga kulakukan di Mekah. Syukur pada Tuhan, sampai detik ini, rejeki dariNya selalu mengalir dalam hidupku." Akupun sangat terharu dan senang mendengarkan kisah temanku, bahwa hidup adalah untuk berbagi cinta dan pelayanan. Kulihat mata berbinar temanku dan ada secerah harapan untuk melanjutkan perjalanan hidupnya. Lalu kataku, "Sobat selamat menjadi Haji yang mabrur, dan semoga berkah yang kau terima dariNya dapat kau bagikan dengan percuma, doa ku juga untukmu." Akupun menyalami dia yang kedua kalinya, ada air mata di sudut matanya, mungkin ada rasa haru dan bahagia. " Terima kasih sobat, mari kita tuntaskan pengembaraan dan perjalanan hidup ini walau jalan kita beda, tapi aku percaya kita akan bertemu suatu saat nanti di taman surgaNya. Amin," kata temanku. Lalu dia pamit karena banyak tugas di depan matanya baik kantor, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Ku lihat dia meninggalkan ruangan ini, dari jalannya ada rasa optimis, hidup adalah berbagi, hidup adalah demi kebesaran dan kemulianNya. Semoga Tuhan memberkatimu sobat...
Senin, 21 Desember 2009
Senin, 14 Desember 2009
Peristiwa Blog KW
Setelah membaca blog tentang seorang ibu yang telah merasa dipupuskan harapannya oleh kenyataan ( atau mungkin ketidakbenaran) hati ini sangat trenyuh, sangat sedih, sangat terpukul. Jika itu sebuah kenyataan, alangkah kejamnya jika manusia itu telah diberi kebebasan dari Tuhan dan memaknainya kebebasang tanpa tanggung jawab. Kebebasan yang disalahartikan, kebebasan yang akan menghanyutkan kehidupan itu sendiri sehingga menjadikan jiwa makin terombang-ambing akan titik pusat kesejatian. Lalu diriku ingin bertanya. Kebebasan apakah yang kau hayati? apakah kebebasan telah meluluhlantakkan nurani? Bukankah nurani yang terampas akan melahirkan kehancuran kemurnian?
Bicara kemurnian adalah titik refrensi yang akan penulis singkap. Kemurnian bak emas yang telah dibakar dalam panasnya api. Api yang akan memurnikan emas dari rekatnya unsur logam tertentu bagai jiwa manusia yang lepas dari seluruh godaan di dunia ini. Godaan yang membuat tidak murni, tidak asli, sudah lupa akan siapa jati dirinya yaitu hanya sebagai kafilah di dunia yang memang penuh warna ini. Ya, buat seorang ibu ( tidak akan penulis sebutkan ), yang telah terluka akan sistem hierarki tertinggi suatu agama, tetaplah terus berjuang demi kebenaran itu sendiri. Tetapi, jika ketidakbenaran yang telah anda nyatakan, penulis percaya, Dia tidak akan pernah tidur sebelum kebenaran ditancapkan di dalam kemurnian anda. Karena kemurnian tetaplah murni dan tidak akan tercampur oleh keegoan manusia.
Bicara kemurnian adalah titik refrensi yang akan penulis singkap. Kemurnian bak emas yang telah dibakar dalam panasnya api. Api yang akan memurnikan emas dari rekatnya unsur logam tertentu bagai jiwa manusia yang lepas dari seluruh godaan di dunia ini. Godaan yang membuat tidak murni, tidak asli, sudah lupa akan siapa jati dirinya yaitu hanya sebagai kafilah di dunia yang memang penuh warna ini. Ya, buat seorang ibu ( tidak akan penulis sebutkan ), yang telah terluka akan sistem hierarki tertinggi suatu agama, tetaplah terus berjuang demi kebenaran itu sendiri. Tetapi, jika ketidakbenaran yang telah anda nyatakan, penulis percaya, Dia tidak akan pernah tidur sebelum kebenaran ditancapkan di dalam kemurnian anda. Karena kemurnian tetaplah murni dan tidak akan tercampur oleh keegoan manusia.
Senin, 07 Desember 2009
Pulang
Jika sampai waktuku nanti, aku ingin pulang ke rumah yang Kau janjikan. Sebuah rumah yang indah di perbukitan, dengan aneka bunga warna-warni. Ada juga sepetak jalan kecil dengan pagar di depannya. Di balik jendela terlihat sebuah sungai kecil dengan banyak ikan. Di belakang rumah terdapat gunung yang indah dengan panorama biru di sekitarnya. Jika ku buka pintu di waktu pagi, burung gereja kan menyambut dengan kidungnya seperti yang sering kudaraskan saat pagi atau saat senja. Terlihat sepasang kupu-kupu berwarna merah dan putih sedang bercumbu di tamanku. Rindu yang sangat akan waktu yang telah mematri dalam impian. Kulihat juga sepasang burung merpati berwarna putih sedang bertengger di pagarku. Saling menggelayut manja dan enggan terpisah walau sesaat. Ah, Tuhan jika tiba saatnya nanti kuingin pulang dalam kasihMu. Bersama kekasih hati yang sejak semula Kau siapkan. Aku percaya tak ada tangis, tak ada duka, tak ada kesedihan, semua kan baik2 saja. Akhirnya aku ingin Kau mampir di rumahku ini baik pagi atau senja ku tak bosan dengar ceritaMu saat di Bethlehem sampai di Golgota. Kau pun kadang cerita padaku tentang peristiwa yang tidak tertulis di Alkitab. Tuhan, aku pun bahagia ternyata Kau nyatakan pada orang yang berdosa dan lemah, dan Kau sembunyikan pada orang yang pintar dan kaya. Sekali lagi Tuhan, aku ingin pulang dengan panji di tanganku, dengan jubah putih walau di sana-sini penuh jahitan, tapi aku bahagia, ternyata ada kekasih hatiku yang telah menungguku di sana.
Rabu, 02 Desember 2009
I LOVE YOU PA
HIDUP PAPA,AYAH,BAPAK,.....
>
> Biasanya, bagi seorang anak perempuan
> yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya
> merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh
> dari kedua orang tuanya.....
> Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
> Lalu bagaimana dengan Papa?
> Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap
> hari,
> tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
> menelponmu?
> Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita
> atau berdongeng,
> tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa
> selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
> Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
> Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
> Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di
> sepedamu...
> Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda
> bantunya" ,
> Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
> Tapi sadarkah kamu?
> Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
> sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
> Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
> menatapmu iba.
> Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
> tidak sekarang"
> Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang
> manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
> Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
> membentak dengan berkata :
> "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
> Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
> Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
> Ketika kamu sudah beranjak remaja....
> Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap
> tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
> Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
> Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
> berharga..
> Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
> Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
> Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam
> batinnya,
> Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
> menjagamu?
> Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah
> untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
> Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang
> tamu..
> Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
> Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk
> keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
> Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang
> dengan hati yang sangat khawatir...
> Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
> Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan
> Papa memarahimu.. .
> Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
> datang?
> "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
> Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
> atau Insinyur.
> Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya
> karena memikirkan masa depanmu nanti...
> Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
> dengan keinginan Papa
> Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
> Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
> Papa harus melepasmu di bandara.
> Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
> Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
> berhati-hati. .
> Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
> Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
> menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
> Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
> Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
> pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
> Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan
> teman-temannya yang lain.
> Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia
> tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
> Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak
> bisa!"
> Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti
> Papa belikan untukmu".
> Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
> Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
> Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
> Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
> tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
> Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa
> untuk mengambilmu darinya.
> Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
> Karena Papa tahu.....
> Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
> Dan akhirnya....
> Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang
> di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
> Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung
> sebentar, dan menangis?
> Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
> Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah
> selesai dengan baik....
> Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
> Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
> Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
> sesekali datang untuk menjenguk...
> Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
> Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
> Papa telah menyelesaikan tugasnya....
> Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
> Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
> Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
> Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
> Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA"
> dalam segala hal..
> HIDUP PAPA,AYAH,BAPAK,
>
> Biasanya, bagi seorang anak perempuan
> yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya
> merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh
> dari kedua orang tuanya.....
> Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
> Lalu bagaimana dengan Papa?
> Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap
> hari,
> tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
> menelponmu?
> Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita
> atau berdongeng,
> tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa
> selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
> Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
> Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
> Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di
> sepedamu...
> Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda
> bantunya" ,
> Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
> Tapi sadarkah kamu?
> Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
> sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
> Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
> menatapmu iba.
> Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
> tidak sekarang"
> Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang
> manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
> Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
> membentak dengan berkata :
> "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
> Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
> Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
> Ketika kamu sudah beranjak remaja....
> Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap
> tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
> Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
> Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
> berharga..
> Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
> Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
> Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam
> batinnya,
> Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
> menjagamu?
> Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah
> untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
> Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang
> tamu..
> Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
> Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk
> keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
> Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang
> dengan hati yang sangat khawatir...
> Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
> Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan
> Papa memarahimu.. .
> Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
> datang?
> "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
> Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
> atau Insinyur.
> Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya
> karena memikirkan masa depanmu nanti...
> Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
> dengan keinginan Papa
> Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
> Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
> Papa harus melepasmu di bandara.
> Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
> Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
> berhati-hati. .
> Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
> Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
> menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
> Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
> Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
> pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
> Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan
> teman-temannya yang lain.
> Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia
> tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
> Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak
> bisa!"
> Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti
> Papa belikan untukmu".
> Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
> Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
> Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
> Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
> tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
> Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa
> untuk mengambilmu darinya.
> Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
> Karena Papa tahu.....
> Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
> Dan akhirnya....
> Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang
> di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
> Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung
> sebentar, dan menangis?
> Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
> Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah
> selesai dengan baik....
> Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
> Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
> Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
> sesekali datang untuk menjenguk...
> Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
> Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
> Papa telah menyelesaikan tugasnya....
> Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
> Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
> Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
> Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
> Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA"
> dalam segala hal..
> HIDUP PAPA,AYAH,BAPAK,
Langganan:
Postingan (Atom)