Senin, 07 Desember 2009
Pulang
Jika sampai waktuku nanti, aku ingin pulang ke rumah yang Kau janjikan. Sebuah rumah yang indah di perbukitan, dengan aneka bunga warna-warni. Ada juga sepetak jalan kecil dengan pagar di depannya. Di balik jendela terlihat sebuah sungai kecil dengan banyak ikan. Di belakang rumah terdapat gunung yang indah dengan panorama biru di sekitarnya. Jika ku buka pintu di waktu pagi, burung gereja kan menyambut dengan kidungnya seperti yang sering kudaraskan saat pagi atau saat senja. Terlihat sepasang kupu-kupu berwarna merah dan putih sedang bercumbu di tamanku. Rindu yang sangat akan waktu yang telah mematri dalam impian. Kulihat juga sepasang burung merpati berwarna putih sedang bertengger di pagarku. Saling menggelayut manja dan enggan terpisah walau sesaat. Ah, Tuhan jika tiba saatnya nanti kuingin pulang dalam kasihMu. Bersama kekasih hati yang sejak semula Kau siapkan. Aku percaya tak ada tangis, tak ada duka, tak ada kesedihan, semua kan baik2 saja. Akhirnya aku ingin Kau mampir di rumahku ini baik pagi atau senja ku tak bosan dengar ceritaMu saat di Bethlehem sampai di Golgota. Kau pun kadang cerita padaku tentang peristiwa yang tidak tertulis di Alkitab. Tuhan, aku pun bahagia ternyata Kau nyatakan pada orang yang berdosa dan lemah, dan Kau sembunyikan pada orang yang pintar dan kaya. Sekali lagi Tuhan, aku ingin pulang dengan panji di tanganku, dengan jubah putih walau di sana-sini penuh jahitan, tapi aku bahagia, ternyata ada kekasih hatiku yang telah menungguku di sana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar