Saat baca buku 'What Jesus Meant' buah karya Garry seorang pastor yang sangat suka menulis hasil devosinya pada Tuhan, membuat hati makin takut.
Dan saat menulisnyapun, sepertinya tidak pantas untuk menyebutNya, karena namaNya begitu besar di antara semua nama2 di bawah langit dan di atas langit.
Sungguh, hasil Devosi pastor Garry sangat menghenyakkan kesadaranku. Entah apa padanan kata yang pas, yang jelas, membuatku semakin tidak pantas selama ini.
DariNya, aku bisa belajar tentang ekstremis agama hati yang Dia wartakan. Suatu kontradiksi yang sangat sulit diterima akal sehat sebagai manusia yang fana.
Dan jika benar2 sebagai murid Jesus, aku harus berani jauh dari dunia tetapi merangkul dunia. Bagai garam yang mebuat asin air, tetapi bukan milik dari air itu.
Tiba2, saat aku melamun, dalam hatiku muncul Wajah Yang Sayu karena habis dikejar2 tentara Romawi dan dengan tajam melihatku, bahkan akupun tak bisa mengenaliNya,dan pelan tapi pasti, Dia berkata "JIka engkau melakukan sesuatu pada saudaraKu yang hina, engkau telah melakukan untuk Aku", akupun jatuh tersungkur dan hanya bisa menjawab, "ya Tuhan, jadikanlah hidupku menjadi berkat bagi orang lain, dan itu cukup buatku".
AMIN.
Senin, 08 Agustus 2011
Kamis, 04 Agustus 2011
Tidak Usah Khawatir
Janganlah khawatir Tuhan. Aku baik-baik saja. Benturan-benturan hidup yang kulalui, sakit hati yang pernah merobek nurani, selalu menemaniku. Jadi, janganlah engkau memandangku seperti itu. Sakit hati dan benturan hidup sungguh mendewasakan aku, dan kadang membuat hati ini tahan banting, yaahh ... bisa juga sudah tahan peluru rasa. Ehm, peluru rasa? Tuhan, senyumMu sungguh cukup menyirami hati getir ini. Cukup Tuhan, aku akan selalu baik-baik saja. Jika suatu saat nanti aku tidak tahan saat perahu tubuh ini akan oleng, dan gempuran peluru rasa merobek hatiku lagi, kuambrukkan segala lelah ini sesaat saja. Dan, jika sudah hilang lelahku, aku janji akan melangkah lagi dengan senyum yang akan lebih mengembang dari waktu yang telah kulalui.
Tuhan, aku percaya, selalu ada Kamu. Jadi, janganlah mengkhawatirkan diriku, karena aku akan selalu baik-baik saja. Itu pasti.
Tuhan, aku percaya, selalu ada Kamu. Jadi, janganlah mengkhawatirkan diriku, karena aku akan selalu baik-baik saja. Itu pasti.
Langganan:
Postingan (Atom)