Gendhukku berdua, lewat goresan tinta di pojok catatan ini, papa akan mengajakmu bercerita. Papa ingin suatu saat nanti engkau membaca. Saat itu, papa hadir dan menjadikan 'sangu' dalam hidup ini. Ndhuk, suatu masa, di seberang waktu, papa menggenggam rosari merah yang dulu disenangi mbakmu Pi, dan Ta saat itu masih kecil, yang suka garuk2 rambut yang mulai tumbuh. Setiap papa langkahkan kaki, papa ingat mata Pi, dan senyum Ta. Matamu dan senyummu selalu tegakkan pa saat pa mengais rejeki di ibu kota Jakarta. Kadang capek, kadang berontak melawan nasib, tapi yang membuat semuanya berjalan adalah doa kalian berdua. Setiap senja, papa melihat matahari dan bayangkan mata dan senyummu, hingga rasa kangen yang membatu ini mencair dalam butir-butir rosari merah.
Ndhuk, apa yang pa lakukan hanya untukmu, agar menjadikan masa depanmu lebih berarti dan bermakna bagi semua ciptaanNya.
Jika malam mulai enggan membuka matanya, saat itu sederet doa dan harapan untuk bersama selalu pa kidungkan dalam hati ini yang terdalam. Pa sangat sayang Pi dan Ta, putri kecilku yang cantik dan ayu.
Senin, 29 November 2010
Selasa, 02 November 2010
Selalu Tersenyum
Dlam hidup,selalu saja ada jalan terjal. Kadang aku pun bisanya hanya menyalahkan.. dan jarang tuk instropeksi. Marah, kecewa, dan jengkel kadang menimbun segala kebaikan2 yang sebenarnya selalu ada untukku.
Suatu hari, di suatu pagi yang cerah, aku gendong putri kedua ku, Dikta. Aku lihat dia, ahh .. Ndhuk, engkau selalu tersenyum. Selalu melihat mataku. Seakan engkau ingin mengatakan,"Pa, Dikta selalu tersenyum apapun itu." Kupandangi wajahmu, kulihat senyummu lagi, sungguh lewat senyummu aku sungguh belajar dalam hidup ini. Apapun yang terjadi Tuhan, buatlah aku untuk tetap tersenyum meskipun kadang pahit kurasakan. Dikta, terima kasih ya sayang Papa kan berusaha untuk selalu tersenyum. Itu pasti
Suatu hari, di suatu pagi yang cerah, aku gendong putri kedua ku, Dikta. Aku lihat dia, ahh .. Ndhuk, engkau selalu tersenyum. Selalu melihat mataku. Seakan engkau ingin mengatakan,"Pa, Dikta selalu tersenyum apapun itu." Kupandangi wajahmu, kulihat senyummu lagi, sungguh lewat senyummu aku sungguh belajar dalam hidup ini. Apapun yang terjadi Tuhan, buatlah aku untuk tetap tersenyum meskipun kadang pahit kurasakan. Dikta, terima kasih ya sayang Papa kan berusaha untuk selalu tersenyum. Itu pasti
"Semua Bunga Ikut Bernyanyi"
Tadi pagi, mentari sangat cerah dan lembut menyapa hatiku. Saat kuberbelok di gerbang tadi, sayup2 aku mendengar lagu "Semua Bunga Ikut Bernyanyi". Lagu gereja yang sewaktu ku kecil, aku suka tyk mendendangkannya. Aku ingat ayahku bernyanyi, dan ibuku dengan suara merdunya juga nimbrung ikut menyanyi... ah sangat mengesankan, dan terbang anganku akan beliau.
Ternyata tidak hanya beliau, aku jadi ingat Pi kecilku. Sepulang dari TK Theresia, dia bilang,"Pa, Pi tadi diajalin menali sama bu gulu." Aku pun tersenyum karena anakku masih 'celat'. Aku pandangi mata yang tajam itu...emm. mirip mataku ... dan kupegang pipinya sambil kuberkat,"Pa mau lihat sayang...."
Pi ku langsung turung dari pangkuanku, dan dia mengedahkan kepalanya sambil mengingat2 .. lalu dia mulai menyanyi .."Semua bunga ikut belnyanyi .. gembila hatiku ... segala lumput pun liang-liang .. Tuhan sumbel gembilakuu ..." sambil menyanyi dia menari .. emm .. aku terkesan ... tarian anakku yang jenaka .. sambil bernyanyi memuji Tuhan sangat menyodokku .. ahhh .. aku kadang kehilangan tarian dan nyanyian surga .... Tuhan maafkan aku. Tak terasa, dalam diam.. Pi kecilku sudah di depanku .. sambil manatap mataku .. dia bilang,"Pa, Papa melamun ya? Pa lihat talian Pi tidak?" Aku tatap mata anakku, kujulurkan tangan dan kugendong Pi kecil. Ya, aku belajar darimu Ndhuk ... tetap tersenyum dan gembira walau apa yang terjadi di hidup ini. GBU Ndhuk ...
Ternyata tidak hanya beliau, aku jadi ingat Pi kecilku. Sepulang dari TK Theresia, dia bilang,"Pa, Pi tadi diajalin menali sama bu gulu." Aku pun tersenyum karena anakku masih 'celat'. Aku pandangi mata yang tajam itu...emm. mirip mataku ... dan kupegang pipinya sambil kuberkat,"Pa mau lihat sayang...."
Pi ku langsung turung dari pangkuanku, dan dia mengedahkan kepalanya sambil mengingat2 .. lalu dia mulai menyanyi .."Semua bunga ikut belnyanyi .. gembila hatiku ... segala lumput pun liang-liang .. Tuhan sumbel gembilakuu ..." sambil menyanyi dia menari .. emm .. aku terkesan ... tarian anakku yang jenaka .. sambil bernyanyi memuji Tuhan sangat menyodokku .. ahhh .. aku kadang kehilangan tarian dan nyanyian surga .... Tuhan maafkan aku. Tak terasa, dalam diam.. Pi kecilku sudah di depanku .. sambil manatap mataku .. dia bilang,"Pa, Papa melamun ya? Pa lihat talian Pi tidak?" Aku tatap mata anakku, kujulurkan tangan dan kugendong Pi kecil. Ya, aku belajar darimu Ndhuk ... tetap tersenyum dan gembira walau apa yang terjadi di hidup ini. GBU Ndhuk ...
Langganan:
Postingan (Atom)