Senin, 29 November 2010

Untuk Pi dan Ta

Gendhukku berdua, lewat goresan tinta di pojok catatan ini, papa akan mengajakmu bercerita. Papa ingin suatu saat nanti engkau membaca. Saat itu, papa hadir dan menjadikan 'sangu' dalam hidup ini. Ndhuk, suatu masa, di seberang waktu, papa menggenggam rosari merah yang dulu disenangi mbakmu Pi, dan Ta saat itu masih kecil, yang suka garuk2 rambut yang mulai tumbuh. Setiap papa langkahkan kaki, papa ingat mata Pi, dan senyum Ta. Matamu dan senyummu selalu tegakkan pa saat pa mengais rejeki di ibu kota Jakarta. Kadang capek, kadang berontak melawan nasib, tapi yang membuat semuanya berjalan adalah doa kalian berdua. Setiap senja, papa melihat matahari dan bayangkan mata dan senyummu, hingga rasa kangen yang membatu ini mencair dalam butir-butir rosari merah.
Ndhuk, apa yang pa lakukan hanya untukmu, agar menjadikan masa depanmu lebih berarti dan bermakna bagi semua ciptaanNya.
Jika malam mulai enggan membuka matanya, saat itu sederet doa dan harapan untuk bersama selalu pa kidungkan dalam hati ini yang terdalam. Pa sangat sayang Pi dan Ta, putri kecilku yang cantik dan ayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar