Senin, 25 Juli 2011

Tetap Melangkah

Tuhan, jalan ini begitu berkerikil. Aku berusaha untuk tersenyum, namun bukankah aku membohongi diriku sendiri jika hati sangat perih dan kecewa? Aku berusaha menjadi yang terbaik, bukankah kebenaran menjadikan peningkatan spiritual?
LEwat jalan ini, aku belajar lebih, lewat tetesan keringat dan air mata leluhur, bukankah aku adalah biji yang tumbuh dari mereka?
Ku pandangi jalan di depanku lagi. Semoga obor di dalam hatiku tidak padam,terangi setiap kegelapan hati,jadikan sulur di setiap jejak langkahku.
Tuhan, semua kuserahkan padaMu. Kurindu jadi alatMu.

Senin, 18 Juli 2011

Saat Minum Teh

Saat senja, ditemani secangkir teh hangat namun sedikit manis, aku memandang cakrawala langit. Warna yang menyatu dengan panorama yang harmonis, seperti lukisan abstrak realis. Pikiranku menerawang namun kutahan agar tetap berpijak pada realita.
Sering terucap tanya akan hidup ini. Tentang segala sesuatu yang kadang membuatku tertidur,terlena,bahkan menyemangati setiap langkahku.
Ku seruput teh ini.. emm...sangat enak. Aku merenung kembali, ternyata segala sesuatu yang terjadi di bawah langit ini,kalau dijalani dengan suka cita dan bersyukur akan lebih berarti dan enak dijalani. Memang,tidak dipungkiri, kadang2 kita terjerembab dalam sempitnya pikiran. Itulah yang membuat dunia semakin sempit, dan setiap persoalan seperti tidak ada jalan keluarnya. Dan yang harus dilakukan adalah mengubah paradigma ini agar pikiran menjadi maha luas, sehingga segala sesuatu 'baca masalah/persoalan hidup' dapat dipikirkan dengan luasnya batin sehingga jalan keluar akan terbuka.
Emm... kembali kuseruput teh buatanku, sambil melihat langit yang penuh gambar awan2,semakin kusadari, Tuhan selalu tersenyum di setiap hidupku. Tuhan, ingin suatu saat nanti, aku dan Engkau menikmati teh bersama2 buatanku sendiri. Itu pasti.