Rabu, 24 Maret 2010
UntukMu
Telah jauh jejak kaki ini melangkah. Bertemu dengan peristiwa2 yang kadang membuat suka dan duka, namun kedua kondisi paradoks tersebut memberikan pelangi yang selalu tersungging di balik bukitMu. Ah, Engkau selalu mengumandangkan kidung yang selalu tersirat di balik jubahMu. Menggema akan tasbih yang tergenggam dalam ketidakpastian hidup ini. Di ransel yang selalu temani pengembaraan ini Tuhan, aku membawa oleh2 untukMu. Oleh2 yang lukis semua peristiwa hidupku. Sebuah episode atau elegi pagi dan senja. Sebuah kepingan yang akan kusatukan dalam rencanaMu nantinya. Saat kulihat jejak kaki yang tertinggal di belokan jalan itu, selalu teucap kata," Tuhan, semua yang ada dalam diriku hanyalah titipanMu semata." Amin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar