Selasa, 09 Februari 2010
Embun
Adakah yang tahu bahwa pagi2 sekali aku terbangun ingin mengumpulkan embun di atas daun. Ah, tak ada yang tahu mungkin hanya Engkau sayang. Sampai detik ini, aku suka sekali embun. Pertemuanku dengannya dimulai saat aku menangis karena rasa sedih yang sangat. Sedih pada hidup yang koyakan jati diriku. Membuat sakit orang2 yang ku kasihi. Menjadikan oase yang kadang timbul dan lenyap di depan langkahku. 'Kamu telah berubah saat engkau menjadi matahari,'kata suara saat aku membuka jendela sewaktu pagi. Aku mencari asal suara itu, dan sebuah butir embun menetes di keningku. Ada rasa yang tak pernah kurasakan. Embun itu merembes dan bersatu dengan sisa tangisku tadi malam. Ada perbincangan antara air mataku dan embun. Lamat-lamat aku mendengar mereka berdua. 'Sobat,telah lama aku mencarimu. Di saat senja aku mencari pada ranting pohon. Bahkan sewaktu pagi aku selalu menunggumu di atas daunnya, dan ternyata engkau di sini terpenjara dalam tubuh manusia'. Jawab air mataku,'Iya sobat, aku kerasan di sini, aku ingin menghibur hati manusia yang sedang dirundung kesedihan, tahukah sobatku embun? saat manusia sedih, jiwanya menggigil, sarafnya mengejang, dan jantungnya berdegup kencang? itu juga terjadi saat manusia sedang dalam kebahagiaan. Aku ingin berbagi dengan mereka, membasuh jiwanya agar menjadi manusia yang selalu sadar akan hidup ini.' Embun itu mengangguk2 dan lirih berkata,'Sobat, sangat berartinya hidupmu, alangkah sucinya misi hidupmu.' Air mata ku pun menepuk pundak embun dan berkata,'jadilah yang terbaik saat engkau di mana saja Sobat.' Lalu aku lihat mereka berpelukan, lalu aku tak bisa membedakan mana embun dan mana air mataku. Semuanya sama, hanya peran mereka di dunia ini yang berbeda. Itulah mengapa, diam2 aku ingin mengumpulkan embun setiap pagi. Mencari di setiap lekuk daun, di mananapun. Jadi Sayang, jika Engkau terjaga dan tidak melihatku di ranjang kita sewaktu mataMu terbuka, kumohon Engkau tahu, mungkin aku sedang mengumpulkan embun untuk temanku nanti malam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar