Aku duduk terdiam di tepi ranjang tadi malam. Merenung tentang secuil perjalanan hari ini. Tentang suka maupun duka. Yah, hidup ini bagai 'cakramanggilingan' kata kakekku. Kadang kita di atas, dan kadang kita di bawah. Dan itu memerlukan ketegaran di saat jatuh, dan tetap eling sewaktu di atas. Fenomena ini terus terang percikan kesadaranku tentang sekelumit hidup yang maha luas ini. Menjadikan bekal untuk lebih memahami dan mengartikan setiap peristiwa.
Aku lihat rintik hujan di celah korden yang tersingkap. Ada pedagang malam yang masih saja jajakan dagangannya. Aku pun tersenyum, kekuatan dan harapannya membuat diriku seperti diolok2 karena kadang kurang bersyukur.
Aku tutup korden itu, aku matikan lampu kamar yang setia menemaniku dalam terangnya. Lalu kubuat tanda kemenangan Sang Gembala, dan kuhunjukkan segala doa dan permohonanku agar dalam perjalanan hidup ini selalu kutemukan diriNya.
Menjelang kantuk yang sangat,sayup2 tembang Ibu Kehidupan mengantarkanku berselimut dalam kenyenyakan, walau sendiri tapi aku merasa ada malaikat kecilku terus berdoa di samping ranjangku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar