Senin, 05 April 2010
Di Ujung
Ranting yang patah saat angin menderu koyakan dahan di ujung pohon kehidupan. Sangat terluka dan membiru dalam kekekalan penyesalan. Nestapa yang hilir mudik bagai buritan yang tak pasti tentang tujuan. Sesuatu yang selalu tengadahkan untuk berdoa di tepi ranjang. Berikrar dalam kenisbian yang selalu bergoyang ditiup sangkakala. Duh Gusti, kodrat yang kekal semoga kekal. Tak ada tangis dan tak ada luka. biar darah terus mengalir di lambung dan tangisMu, kumohon basuhlah segala kesesakan yang seakan terjerembab dalam lubang yang sama. Dalam hening, senantiasa kuberharap, agar semua kan terbang di pelangiMu. Melihat hasil rendaan kehidupan yang kadang naik dan turun dengan corak warna yang memperkaya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar