Kamis, 15 April 2010
Lagi
Lagi, darah itu mulai mengalir. Air matamu genangi tanah gersang di sudut hati ini. Jika diam itu adalah jawaban, janganlah engkau paksa aku tuk sibakkan kegalauan setiap senja. Jadi, tolonglah, Tuhan tidak pernah menghakimi kalau benar2 kita ini pantas dihakimi. Dialah Sang Maha Hakim, dengan apakah engkau akan menuntutku agar menjadi lebih baik dari duri? Lagi, darah mulai mengalir lagi. Kita harus sudahi atau darah segar nan baru akan mengalir di pematang hidup nantinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar