Rabu, 07 Oktober 2009

Belajar Dari Yohanes

Siapakah dia ? Wajahnya yang sangat keras menunjukkan memiliki karakter yang kuat dan tegas. Wajah yang berewok menandakan dia tidak peduli terhadap penampilan dari luar, tetapi matanya yang tajam selalu ungkap kebusukan dan kemunafikan manusia. Ulama, bangsawan, dan tentara pun tak luput dari kritikan yang pedas. Mereka adalah lambang dari kemapanan suatu golongan di masyarakat.
Yohanes yang berpakaian dari kulit unta dan makanannya hanya belalang dan madu hutan adalah seorang pengembara dan seorang katalis. Dia lah yang meruntuhkan bukit-bukit yang menjulang tuk mempersiapkan jalan Tuhan yaitu Sang Mesias. Bukit yang membuat mata kita buta terhadap kasih Nya pun berusaha ia gempur dengan palu pertobatan.
Kesaksiannya sangat rendah hati, bahwa dia hanyalah hamba yang mempersiapkan Dia yang akan datang. Bahkan membuka tali kasutnya pun dia tidak pantas.
Yohanes pun kadang di sekitar kita. Dia adalah orang yang selalu berjuang walau tidak kelihatan dari system yang besar entah organisasi, institusi agama, atau Negara tercinta ini. Dia lah seorang yang berani bekerja di balik layar tanpa orang menyadari bahwa eksistensinya sangat penting.
Saat aku melihat peristiwa yang terjadi, kadang Yohanes menepuk pundakku dan dengan senyum yang ramah dia selalu berkata,” Teruslah bekerja kawan, kerjakanlah sesuatu yang terbaik demi kemulian Tuhan.” Dia pun perlahan menjauh dari tatapanku dan dari belakang hanya terlihat bayangannya dan suara keras yang selalu menggema di bukit itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar