Sudah benarkah jalan hidupku Tuhan? Setiap langkah yang kulalui selalu diiringi kesedihan dan kehampaan. Ataukah ini hanya rasa dari seorang anak manusia yang mencoba mencari jati dirinya? Tuhan, sudah 32 tahun aku hidup, tapi seakan kebahagiaan menguap begitu saja dan melepas dahaga yang hampir sirna. Kalau kekinian selalu terulang dalam karya dan pengabdian, bukankah akan tetap tergambar dalam jejak jalan hidup ini? Tuhan, yang ingin ku share padau adalah karya dan tugasku. Aku berterima kasih karena aku termasuk ciptaanMu yang punya banyak kelebihan. Dari rentang perjalanan hidupku, banyak prestasi yang kuraih, entah dalam akademik ataupun dalam sosial. Tapi apa yang terjadi di diriku Tuhan, di tempat kerjaku seakan2 lenyap begitu saja. Segala bakat akademikku seakan ditertawakan dan diludahi begitu saja oleh kemunafikan ego sosial. Sekali lagi aku ingin bertanya padaMu, sudah benarkah langkah hidup dan karyaku di sini Tuhan? Ataukah ada jalan lain dimana aku lebih diterima dan diakui dalam penghargaan dan profesionalisme? Jika tidak, mengapa Tuhan? Jika ya, di manakah jalan itu Tuhan?
Saat malam di penghujung pagi, aku pun tertidur. Kaupun dengan tepukan di pundakku seakan berkata," Tetap berjalanlah Nak, jika kamu belum mendapat sesuatu yang kauinginkan, percayalah, Aku akan memberikan padamu dengan percuma, tapi ingatlah, waktuKu pasti tepat, dan waktuKu jelas bukan waktumu, maka tetaplah berjalan dan lakukan semua hanya demi Aku bukan penguasa di dunia ini." Dan mimpi tadi malam menggugahku bahwa perjalanan ini harus tetap bertahan walau kadang kesedihan dan kehampaan yang kankutemui, tapi masih ada sebersit harapan dan doa mama, pi, dan anakku yang baru berusia 1 bulan di kandungan istriku. "Ma, dan anak2ku, pa akan tetap berjalan walau perih nian hati ini terkoyak, tapi doa dan salib Kristus menyertai perjalanan dan pengembaraan ini. Amin"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar