Ah, aku teringat ibuku. Ibuku yang sangat mencintai dan menyayangiku,demikian juga aku juga sangat menyayangi beliau. Saat malam menggelayut manja di pelupuk mimpi, teringat saat aku masih kecil, disayang, digendong, dan selalu lindungan ibu kurasakan. Malaikat kah kau ibu? Suaramu yang merdu meninabobokkan tubuh kecilku. Berusaha tuk genggam kesedihanku saat dunia ini mulai kukenal.
Saat ini, si kecilku juga baru menyusu istriku, istriku juga seperti ibuku, sangat menyayangi buah cinta kami. Kadang aku sangat terharu, begitu luas dan dalamnya kasih mereka dan kalahkan segala logika tentang kasih itu. Istriku, ibuku, nenekku, dan juga seluruh perempuan di dunia ini adalah ibu kehidupan yang akan selalu berjuang sampai peluh keringat dan air mata dikorbankan demi kehidupan yang terus berjalan.
Doaku bagi mereka semoga senantiasa diberi kekuatan dan berkah dari Tuhan. Walau sebagian ada yang tak menyadari sebagai ibu kehidupan dan seakan menertawakan kesucian dan takdirnya, semoga jalannya selalu diberkati dan diarahkan ke jalanNya. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar