Rabu, 07 Oktober 2009

Topeng

Sudah kodratnya jika manusia selalu survive di dunia ini dengan berbagai macam cara. Sebagai manusiapun, penulis selalu menjadikan segala strategi tuk capai segala asa dalam hidup ini. Dan tanpa sadari, ternyata demi menyelamatkan diri tersebut, kadang kita tidak gentle dan berusaha menutupi segala kebobrokan mental dan spiritual kita. Hari demi hari melewati mesin nafas yang akhirnya akan berakhir, penulis berusaha membuka segala kemunafikan. Kemunafikan yang semu dan kadang membuat ego semakin liar dan tak terkendali. Hal ini membuat jalan yang dilalui seperti ujung jalan yang akhirnya adalah bukit yang terjal dan curam. Maka tidak ada jalan lain jika kita haru membuka topeng kepalsuan yang sudah mengerat di kulit wajah roh kita. Walau pada awalnya darah akan mengalir, dan terlihat wajah asli kita, tetapi percayalah dengan membuka segala topeng dalam hidup ini niscaya hidup akan kembali bersemi dan pantulan kesejatian akan terlihat di setiap manusia yang kita temui dan hidup akan diperkaya. Dan jika topeng telah terbuka dan tak ada lagi kepalsuan dalam hidup kita, kita akan tahu lebih jernih setiap kejadian yang benar dan salah sehingga jalan yang akan kita pilih tidak akan menyesatkan apalagi mengaburkan identitas dan makna kehadiran kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar