Apakah yang tersisa dari pembakaran mayat di Bali atau pembakaran mayat menurut agama tertentu ? Yang tersisa adalah reliuki / tulang ekor. Reliuki ini sebagai indikator apakah seorang yang meninggal itu selam hidupnya mayoritas berbuat baik atau jahat. Jika warnanya jernih dan bening, maka orang tersebut hidup dalam kebajikan, demikian juga sebaliknya.
Menurut seorang bijak, manusia jika berbuat baik maka akan tertabung energi positifnya di tulang ekor ini, dan ini dapat dicairkan dengan segala pemohonan kepada Tuhan. Selayaknya tabungan, tabungan energi positif / negatif akan mencair sesuai dengan Hukum Lavoiser ( Hukum Kekekalan Energi ). Jadi, kita dapat bercermin, apakah hidup kita ini mujur terus / sial terus ? ini dapat dijawab ... apakah yang kita tabung dalam hidup ini? Tabungan Positif atau Tabungan Negatif?
Sebagai contoh pengalaman : Ada seorang pejabat di negeri ini yang korupsi 550 juta, pada mulanya dia sangat tidak setuju dengan paham Hukum Kekekalan energi ini karena menurut dia, hidupnya tenang2 aja dan serba enak. Tak disangka, setelah beberapa tahun, anaknya yang kuliah di Amerika menjadi pecandu obat2 terlarang, maka dengan sedih, anak itu di bawa ke indonesia dan dimasukkan di pusat rehabilitasi. Setelah beberapa bulan, anak itu sembuh dan berapakah untuk menyembuhkan anaknya? Setelah dia menjumlah semua nilai uang yang harus dikeluarkan ternyata nilainya adalah 550 juta. Dia pun menangis dan menyadari bahwa hidup ini tergantung dari apa yang kita lakukan dan apa yang kita tabungkan. So dari kisah nyata ini, semoga kita bisa bercermin dan sekaligus instropeksi, apakah jalan hidup ini sudah benar? Dan jika kita ke arah yang salah, kita harus diam dan berani untuk kembali ke jalanNYa. Semoga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar