Rabu, 07 Oktober 2009

Datang dan Pergi

Dua kata itu sering membuat manusia berada dalam perasaan yang sangat paradoksal. Datang membawa harapan baru,lembaran hidup baru dan ejawantah yang semuanya baru. Sedangkan kata pergi ada rasa takut tuk kehilangan, musnah, hampa, dan sepi. Mimpi tadi malam menyadarkanku tentang dua perasaan yang satu memberi harapan dan yang satu memupus harapan. Dalam mimpi tadi malam, aku bertemu dengan seorang Nabi yang entah aku tidak kenal, tetapi dari matanya, aku tahu kebijakannya melampui manusia yang penah aku temui. Dalam perbincangan tersebut, ada satu kata yang aku ingat yaitu, “ Manusia terombang-ambingkan oleh perasaan, sebenarnya manusia adalah titik dari kesetimbangan semesta kesadaran. Dan semua peristiwa dari luar sebenarnya tidak mempengaruhi eksistensi pribadi manusia yang bersih itu.” Setelah berkata begitu beliau tertutup awan dan musnah yang membuatku bangun tengah malam. Dalam kesendirian di ruang kamar yang jauh dari istri dan anak, aku semakin merasakan bahwa aku hanyalah sendiri. Seorang pengelana kehidupan yang selalu bergerak maju dengan titian waktu yang tak terbatas. Seorang yang bertanggung jawab terhadap kehidupan dan hidup itu sendiri.
Datang dan pergi kadang mebuat aku gentar tuk melepas. Tetapi dalam keheningan meditasi ternyata aku adalah aku yang bukan tercampur warna dan percikan peristiwa. Semoga rohku tetap bersih saat aku menghadapNya kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar